Mengenal Emisi Karbon dan Dampaknya Bagi Lingkungan

Gambar pabrik penghasil pencemar udara

Table of Contents

Sobat Avani, dalam beberapa tahun terakhir, isu lingkungan selalu menjadi perbincangan yang mendesak. Ternyata, faktor utama terjadinya pencemaran udara hingga lingkungan karena emisi karbon. Hal ini terjadi karena aktivitas manusia seperti penggunaan kendaraan bermotor, pembangkit listrik, hingga kegiatan industri.

Meskipun tidak mudah untuk dihindari, ternyata emisi dapat membawa pengaruh buruk terhadap lingkungan. Faktanya, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara penghasil emisi karbon terbesar di dunia.

Namun, apakah kamu sudah memahami tentang emisi karbon? Mengapa hal ini penting bagi kita untuk menguranginya? Oleh karena itu, memahami sumber dan cara mengurangi emisi menjadi langkah penting untuk menjaga lingkungan.

Apa itu Emisi Karbon?

Gambar pencemaran emisi karbon dari asap pabrik

Sobat Avani, emisi karbon merupakan proses lepasnya karbon dioksida (CO2) ke atmosfer bumi yang disebabkan oleh berbagai aktivitas atau proses. Sementara jejak karbon (carbon footprint) adalah jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung.

Berbagai kegiatan manusia, contohnya pembakaran bahan bakar fosil, menjadi salah satu penyumbang besar lepasnya gas CO2 ke atmosfer. Tentunya, hal ini selalu menjadi kekhawatiran serius bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengurangi produksi gas karbon dioksida mulai dari diri sendiri.

Apa Saja Jenis Emisi Karbon?

Sobat Avani, ada dua jenis emisi karbon yang dapat diberikan berdasarkan sumber dan aktivitas. Berikut beberapa penyebab dan langkah yang dapat kamu lakukan untuk menguranginya:

1. Emisi Karbon Dioksida (CO2)

Karbon dioksida merupakan gas rumah kaca (GRK) yang paling umum serta memiliki peran besar dalam perubahan iklim. Emisi jenis ini sering berasal dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas alam.

2. Emisi Metana (CH4)

Metana merupakan GKR umumnya lebih kuat daripada CO2, tetapi konsentrasinya di atmosfer jauh lebih rendah. Emisi jenis ini dihasilkan dari kegiatan pertanian, peternakan, aktivitas pengelolaan sampah, dan kebocoran gas alam dalam pertambangan.

Kategori Scope Emisi Karbon

Sobat Avani, gas rumah kaca tentu memiliki kontribusi pada pemanasan global dan perubahan iklim, realitanya ada tiga kategori utamanya:

  • Scope 1

Scope pertama yaitu emisi langsung dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan.

  • Scope 2 

Selanjutnya memiliki arti emisi tidak langsung dari konsumsi energi listrik, panas, atau pendingin yang dibeli perusahaan.

  • Scope 3 

Terakhir, emisi tidak langsung yang berasal dari aktivitas lain dalam rantai pasokan.

Dampak Negatif dari Emisi Karbon

Gambar pemukiman yang terdampak emisi karbon

Sobat Avani, penyebab utamanya berasal dari CO2 dan CH4. Tentunya, dampak tidak hanya dirasakan oleh individu atau golongan tertentu, tetapi juga menjadi permasalahan global yang harus dihadapi. Berikut beberapa dampak negatif yang paling signifikan: 

  • Pemanasan Global dan Perubahan Iklim

Pertama, dapat menyebabkan adanya  pemanasan global, seperti suhu rata-rata bumi yang terus meningkat. Akibatnya, akan ada perubahan cuaca ekstrem seperti badai yang kuat, hujan lebat, kekeringan, hingga gelombang panas intens. Selain itu, perubahan pola cuaca seperti adanya perubahan iklim akan meningkatkan intensitas badai tropis dan cuaca hujan ekstrim.

  • Kenaikan Permukaan Air Laut

Selanjutnya, mencairnya es dan gletser di kutub karena adanya pemanasan global yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut. Tentunya, kondisi ini akan mengancam wilayah sekitar seperti wilayah pesisir, pulau kecil di dataran rendah yang berdekatan langsung.

  • Kerusakan Ekosistem

Ketiga, kenaikan suhu juga akan merusak habitat alami bagi flora dan fauna. Selain itu, juga akan berdampak pada degradasi ekosistem laut. Contohnya, terumbu karang yang kini banyak mengalami pemutihan karena suhu laut yang tinggi. Selain itu, banyak spesies yang terancam punah karena tidak mampu beradaptasi.

  • Dampak Buruk Polusi Udara bagi Kesehatan

Kemudian, emisi yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dapat menyebabkan polusi udara yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Selain itu, dapat berhubungan dengan peningkatan polutan udara seperti nitrogen oksida (NOx) dan partikel halus (PM2.5) yang memicu pernapasan.

Cara Mengurangi Emisi Karbon

Gambar lingkungan yang bebas dari pencemaran udara

Sobat Avani, menekan emisi karbon tentu menjadi tanggung jawab kita semua. Setidaknya, berkontribusi dalam hal-hal kecil dan sederhana yang dapat memberi dampak nyata. Berikut beberapa cara mengurangi yang perlu kamu tahu: 

  • Beralih ke Transportasi Umum

Memilih transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi merupakan kontribusi untuk membantu mengurangi volume kendaraan yang ada di jalanan.

  • Menghemat Energi

Selanjutnya, melakukan penghematan energi, misalnya mengurangi konsumsi listrik dan pemakaian pendingin ruangan.

  • Menggunakan Energi Terbarukan

Menggunakan energi terbarukan seperti energi angin, surya, dan hidroelektrik. Sumber ini dapat menekan emisi dibandingkan pembangkit listrik konvensional.

  • Hindari Membuang-buang Makanan

Ternyata, sisa makanan dapat menghasilkan emisi yang dihasilkan dari proses pembusukan sehingga gas etana akan tercipta.

  • Menanam Pohon dan Reboisasi

Melakukan penanaman pohon sebagai penyerap gas karbon dioksida, sehingga dapat mengurangi kuantitas CO2 yang dilepas ke udara. Menanam pohon dan mendukung reboisasi menjadi langkah yang berdampak besar bagi bumi.

  • Mendaur Ulang Sampah

Memilah sampah menjadi organik dan non-organik dapat didaur ulang untuk mengurangi jumlah sampah. Selain itu, mengurangi penggunaan plastik juga menjadi cara untuk mengurangi sampah plastik yang sulit terurai.

Cara Bisnis Mengurangi Emisi Karbon melalui Kemasan Ramah Lingkungan

Memilih kemasan bentuk kontribusi terhadap emisi karbon.

Sobat Avani, bagi pelaku bisnis tentu dapat mengurangi terjadinya emisi karbon dengan memilih material kemasan yang berkelanjutan. Salah satunya, seperti menggunakan bahan baku dari sumber terbarukan untuk mengurangi ketergantungan plastic konvensional. Oleh karena itu, memilih kemasan juga perlu mempertimbangkan proses produksi hingga pengelolaan limbah.

Avani hadir menyediakan berbagai pilihan kemasan ramah lingkungan berbahan dasar sumber daya terbarukan. Contohnya, produk berbahan dasar singkong atau cassava product. Tentunya, produk dari Avani ini menggunakan 100% material berbasis hayati dari pati singkong. Cassava product dapat membantu bisnis mengeksplorasi kemasan yang sesuai dengan kebutuhan produk dan mendukung mengurangi dampak lingkungan.

Q&A

Q: Apakah emisi karbon sama dengan gas rumah kaca?

A: Tidak sepenuhnya. Emisi karbon umumnya merujuk pada pelepasan CO2, sedangkan emisi gas rumah kaca juga mencakup metana, dinitrogen oksida, dan gas lainnya yang memengaruhi suhu Bumi.

Q: Apa contoh sehari-hari?

A: Contohnya adalah pembakaran bensin pada kendaraan, penggunaan listrik dari pembangkit berbahan bakar fosil, dan aktivitas memasak menggunakan gas.

Q: Apa perbedaan emisi karbon dan jejak karbon?

A: Emisi karbon adalah pelepasan CO2, sedangkan jejak karbon merupakan ukuran total emisi gas rumah kaca yang terkait dengan suatu aktivitas, produk, atau organisasi, biasanya dinyatakan dalam CO2e.

Picture of Vania Al Kautsar
Vania Al Kautsar

Share

WhatsApp