Sobat Avani, bayangkan ada dua cup bening di depanmu. Dari luar, keduanya terlihat mirip. Namun, satu kemasan dari PLA yang mudah terurai vs kemasan dari plastik daur ulang. Lalu, cup mana yang lebih ramah lingkungan? Jawabannya kedua cup tersebut sama-sama ramah lingkungan dan kita tidak bisa membandingkan keduanya.
PLA dan plastik daur ulang punya keunggulan, tantangan, dan jalur pengelolaan akhir yang berbeda. Maka dari itu, kita perlu tahu bagaimana produsen membuat kemasan tersebut bagaimana konsumen menggunakannya, hingga bagaimana sistem pengelolaan limbah memprosesnya setelah pemakaian.
Apa Itu PLA?
Sobat Avani, PLA atau Polylactic Acid merupakan jenis polimer yang menggunakan sumber daya terbarukan seperti pati jagung atau tebu sebagai bahan baku.
Dalam proses produksinya, produsen mengambil gula dari bahan tanaman tersebut, lalu memfermentasikannya menjadi lactic acid. Setelah itu, mereka mengolahnya lebih lanjut hingga menjadi PLA.
Produsen kemudian menggunakan PLA untuk membuat berbagai produk, seperti:
- Gelas minuman dingin.
- Tutup kemasan.
- Food container tertentu.
- Cutlery.
- Berbagai kemasan sekali pakai.
Namun, ada satu hal penting yang perlu Sobat Avani pahami. Bahan yang berasal dari tanaman tidak otomatis akan langsung terurai ketika kita membuangnya.
Contohnya adalah produk PLA yang sudah bersertifikat compostable umumnya tetap membutuhkan kondisi tertentu agar dapat terurai dengan baik. Seperti, fasilitas industrial composting yang biasanya mengontrol suhu, kelembapan, dan berbagai faktor lain supaya proses pengomposan bisa berjalan.
Apa Itu Plastik Daur Ulang?
Sobat Avani, plastik daur ulang menggunakan material plastik yang sebelumnya sudah dipakai. Dalam prosesnya, sistem pengelolaan limbah mengumpulkan plastik bekas, memilahnya berdasarkan jenis, membersihkannya, lalu mengolah material tersebut menjadi bijih plastik. Yang mana bijih plastik tersebut merupakan bahan utama dalam pembuatan produk plastik daur ulang.
Contoh produk dari bijih plastik tersebut adalah plastik dengan tanda PET dan HDPE. Data OECD menunjukkan bahwa secara global, sistem pengelolaan limbah hanya berhasil mendaur ulang sekitar 9% limbah plastik berdasarkan data tahun 2019. Sebagian besar sisanya masuk ke landfill, menjalani proses pembakaran, atau berakhir tanpa pengelolaan yang memadai.
Ketika kita tidak mengelola plastik dengan benar, material tersebut dapat terus pecah menjadi bagian yang semakin kecil dan memunculkan masalah lain, termasuk mikroplastik. Kamu bisa mempelajarinya lebih lanjut melalui artikel Avani tentang microplastics dan sumbernya.
Kemasan PLA vs Plastik Daur Ulang: Apa Perbedaannya?
Sobat Avani, berikut ini merupakan tabel perbedaan PLA vs plastik daur ulang:
| Aspek | PLA | Plastik Daur Ulang |
| Bahan baku | Dapat berasal dari sumber terbarukan | Berasal dari plastik yang sudah pernah digunakan |
| Tujuan utama | Mengurangi ketergantungan pada feedstock fosil tertentu | Mempertahankan material plastik tetap dalam siklus penggunaan |
| End-of-life | Tergantung produk; PLA compostable umumnya memerlukan industrial composting | Memerlukan sistem pengumpulan, pemilahan, dan recycling yang sesuai |
| Tantangan | Infrastruktur composting belum tersedia di semua wilayah | Kontaminasi dan kualitas material dapat membatasi recycling |
| Cocok ketika | Ada jalur pengumpulan/composting yang sesuai | Sistem recycling tersedia dan material diterima |
Keunggulan dan Keterbatasan PLA
Sobat Avani, berikut ini merupakan keunggulan dan keterbatasan kemasan/cup yang berasal dari PLA:
Keunggulan PLA
- Produsen dapat membuatnya dari bahan baku terbarukan.
- Material ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada feedstock berbasis fosil.
- Produsen dapat membuat beberapa produk dengan sertifikasi industrially compostable.
- PLA dapat memberikan fungsi dan tampilan yang menyerupai plastik konvensional.
Keterbatasan PLA
Salah satu kesalahpahaman paling umum adalah anggapan bahwa kita bisa membuang PLA di mana saja dan material tersebut akan langsung terurai dengan sendirinya. Pada kenyataannya tidak begitu. PLA membutuhkan kondisi composting yang sesuai agar proses degradasi nya berjalan optimal. Jika kondisi tersebut tidak tersedia, PLA dapat membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk terurai.
Keunggulan dan Keterbatasan Plastik Daur Ulang
Sobat Avani, kalau PLA merupakan usaha mengurangi ketergantungan pada bahan baku fosil melalui penggunaan material alternatif. Plastik daur ulang mengambil pendekatan lain, yaitu dengan memanfaatkan kembali plastik yang sudah ada agar material tersebut tetap memiliki nilai guna.
Keunggulan Plastik Daur Ulang
- Mengurangi kebutuhan terhadap sebagian plastik murni.
- Memanfaatkan kembali material yang sudah beredar.
- Mengubah plastik bekas menjadi berbagai produk baru.
- Mendukung konsep circular economy ketika sistem pengumpulan dan recycling bekerja secara efektif
Konsep ini mengingatkan kita bahwa sustainability bukan hanya soal mengganti satu bahan dengan bahan lainnya. Kalau ingin memahami konsep ini lebih jauh, kamu bisa membaca penjelasan Avani mengenai arti sustainability dan penerapannya.
Keterbatasan Plastik Daur Ulang
Sayangnya, sistem daur ulang tidak dapat memproses semua jenis plastik dengan mudah. Kemasan yang terlalu kotor, menggunakan banyak jenis material, memiliki struktur multi-layer, atau mempunyai nilai ekonomi daur ulang yang rendah sering kali menyulitkan proses pemilahan dan pengolahan.
Selain itu, proses daur ulang berulang dapat menurunkan kualitas beberapa jenis plastik. Akibatnya, produsen tidak selalu bisa menggunakan material tersebut kembali untuk fungsi yang sama.
Dengan kata lain, recycling memang membantu memperpanjang masa pakai material, tetapi proses ini memiliki batas.
Kemasan PLA vs Plastik Daur Ulang: Jadi, Mana yang Lebih Eco-Friendly?
Sobat Avani, kalau kita membandingkan PLA vs plastik daur ulang, saya merasa PLA lebih ramah lingkungan. Karena PLA sendiri terbuat dari bahan yang mudah terurai, tidak seperti plastik yang butuh puluhan bahkan ratusan tahun untuk terurai.
Walaupun sebenarnya, kedua produk tersebut sama-sama dibutuhkan untuk menjalankan sistem sustainability. Yang mana sebelum kita bisa mencapai masa kita sudah tidak butuh plastik dan menggunakan produk yang berasal dari bahan terbarukan. Kita harus bisa menyingkirkan plastik-plastik yang belum terurai, salah satu cara untuk menyingkirkannya adalah dengan mendaur ulangnya.
Bagaimana Cara Memilih antara Kemasan PLA vs Plastik Daur Ulang?
Sobat Avani, sebelum memilih kemasan yang tepat, coba jawab empat pertanyaan ini:
- Untuk kebutuhan apa kamu akan menggunakan kemasan tersebut?
- Bisakah kamu menggunakan kembali kemasannya?
- Akankah kemasan dikumpulkan lagi setelah pemakaian?
- Apakah wilayah tersebut memiliki fasilitas recycling atau composting yang sesuai?
Empat pertanyaan ini membantu bisnis menilai keberlanjutannya berdasarkan kondisi nyata, bukan sekadar klaim pada kemasan.
Frequently Asked Questions
Apakah PLA Sama dengan Plastik Biasa?
Tidak. PLA merupakan polimer yang dapat dibuat dari sumber daya terbarukan seperti pati jagung, sedangkan banyak plastik konvensional dibuat dari feedstock berbasis fosil.
Apakah PLA Bisa Terurai di Rumah?
Tidak. Banyak produk PLA compostable membutuhkan kondisi khusus yang hanya tersedia di fasilitas industrial composting. Karena itu, selalu periksa sertifikasi serta petunjuk pembuangan yang produsen cantumkan pada produk.
Apakah Plastik Daur Ulang Selalu Lebih Ramah Lingkungan?
Tidak selalu. Manfaat lingkungannya bergantung pada banyak faktor, mulai dari jenis plastik, kualitas material, energi yang sistem gunakan selama proses pengolahan, hingga apakah pengguna benar-benar membuang produk tersebut ke jalur recycling yang tepat.
Pilih Material Berdasarkan Siklus Hidupnya
Sobat Avani, saat membandingkan PLA vs plastik daur ulang, sebaiknya kita tidak berhenti pada pertanyaan, “Mana yang lebih ramah lingkungan?” Lebih baik jika kita fokus ada pertanyaan seperti “Material mana yang paling sesuai dengan fungsi produk dan apa sistem pengelolaan limbah yang ada?”
PLA dapat membantu menghadirkan alternatif berbasis sumber daya terbarukan untuk aplikasi tertentu. Sementara itu, plastik daur ulang membantu memperpanjang masa manfaat material yang sudah beredar.
Keduanya dapat memberikan manfaat lingkungan ketika produsen, konsumen, dan sistem pengelolaan limbah memperlakukan material tersebut dengan tepat.
Untuk kebutuhan minuman dingin ketika reusable cup belum memungkinkan, Avani Eco menyediakan PLA cup berbahan PLA dari sumber daya terbarukan dengan sertifikasi compostable untuk fasilitas industrial composting.




